Sebelum masuk rumah sakit kemarin, ibu sempat memberikan kepada saya sebuah cetakan kembang goyang berbahan kuningan berikut teknik2 menggunakannya supaya ‘sukses’ membuat kue renyah ini. Alhamdulillah disela-sela aktivitas menungggui ibu di rumah sakit, saya menyempatkan mempraktekkannya di rumah dan kemudian saya laporkan keberhasilan saya membuat kembang goyang kepada beliau. Meski beliau tak lagi bisa melakukan kontak dengan orang-orang di sekitarnya, namun beliau masih bisa mendengar dan sedikit bereaksi dengan gerakan2 yang sangat kecil. Biarlah beliau tahu, bahwa ilmunya dan keberadaannya kini masih sangat berguna bagi anak-anak dan kerabatnya….miss you mom….
Seperti apa cetakan kembang goyang? Anda dapat melihatnya pada gambar gi bawah ini.
Memang ada dua jenis cetakan kembang goyang, cetakan dengan bahan kuningan dan bahan semacam semen (?). Yang berbahan kuningan lebih awet-bahkan sampai puluhan tahun-dibandingkan dengan yang berbahan semen. Buktinya cetakan ibu yang berbahan semen sudah retak-retak dan patah, padahal lebih baru dibanding cetakan berbahan kuningan.
Bagaimana membuatnya? Yuk kita intip saja tips berikut….
Bahan:
500 g tepung beras
4 butir telur
100 g gula halus
1 sdt garam
2 bungkus santan instan dicapur dengan 1 liter air putih
100 wijen putih
1/2 sdt kayu manis bubuk
1 tetes pewarna merah
Menggoyangnya eh membuatnya :
1. Kocok telur dan gula halus dengan ballon whisk.
2. Tambahkan tepung beras, garam dan santan.
3. Tambahkan pula pewarna, kayu manis bubuk dan wijen putih. Aduk semua hingga rata. Adonan harus cukup encer sehingga menghasilkan kembang goyang yang tipis dan renyah.
4. Siapkan wajan, tuang minyak goreng ke dalamnya.
5. Rendam cetakan kembang goyang dalam minyak tadi, lalu panaskan.
6. Bila minyak sudah cukup panas, angkat cetakan dan celup ke dalam adonan sampai batas permukaan atas cetakan. Jangan sampai terendam, supaya adonan mudah lepas dari cetakan.
7. Adonan akan menempel di dinding cetakan yang panas. Selanjutnya pindahkan cetakan ke dalam wajan sampai terendam minyak. Biarkan beberapa saat, kemudian goyang-goyanglah cetakan tadi sehingga adonan lepas.
8. Goreng adonan sampai cukup keras dan matang. Lakukan sampai adonan habis.
9. Simpan kembang goyang dalam toples kedap udara untuk menjaga kerenyahannya.



2 responses to “Kembang Goyang Istimewa”
mely
January 18th, 2011 at 03:03
Salam ya mbak.Wah kayaknya ini kembang goyang resep baru ya,krn biasanya jg org nggak taro wijen.Nanti kucoba buat kembang goyang,tp kita di Malaysia bilang kueh lenggang,hihihi.
desicandra
January 25th, 2011 at 17:27
Terima kasih, salam balik Mely…..namanya lucu ya kue lenggang = kue jalan-jalan karena lenggang = (Indonesia) berjalan, mungkin karena bentuknya kayak roda gitu ya jadi disebut kue lenggang?