Blog ini saya persembahkan bagi ibu saya. Seorang wanita  yang sederhana namun luar biasa. Pengorbanannya tak pernah usai meski anak-anaknya telah dewasa dan berkeluarga. Perhatiannya selalu ada, meski terkadang bahkan seringkali anak-anaknya mengabaikannya.

Melalui beliaulah saya belajar banyak ketrampilan sehingga saya tak harus bersusah payah mengikuti berbagai macam kursus. Semenjak saya sekolah dasar beliau telah menularkan ilmu menyulamnya. Tidak hanya kepada saya, namun juga pada orang-orang di sekitarnya. Ilmu memasak, menjahit, berkebun, merangkai bunga, menulis, berorganisasi beliau turunkan pula kepada anak-anaknya.

Meski saya tak sepiawai beliau dalam menguasai berbagai ketrampilan itu, saya bersyukur karena  ilmu-ilmu tersebut turut melengkapi bekal saya ketika berkeluarga. Setidaknya saya tak canggung lagi ketika mesti turun ke dapur, atau sekedar membuat baju sederhana, menghias rumah dengan tanaman, ikut-ikutan ngeblog ^^ dan bikin sekolah (dulu). Beberapa ketrampilan ibu yang saya tidak bisa menguasai adalah: ketrampilan memotong rambut, rias pengantin, berkebun anggrek (saya tidak setelaten ibu), merajut, membuat kue tradisional, membatik, merangkai bunga tingkat profesional….banyaklah pokoknya.

Kini, di usianya yang telah menginnjak senja..tak banyak yang bisa dikerjakannya lagi. Namun beliau masih bisa memberikan arahan-arahan apabila saya dan saudara lainnya bertanya ini itu. Sungguh, betapa berjasa dirinya bagi kami: anak-anaknya.

Ibu, tak sanggup kami membalas segala jasamu. Semoga Allah mengampuni mu dan membalas jasa-jasamu dengan balasan yang sebaik-baiknya. Amiin.