Ketika pertama kali makan rawon di Surabaya, terasa ada sedikit perbedaan dengan rawon yang biasa saya makan. Ternyata perbedaannya ada pada kuahnya. Rawon surabaya tidak menggunakan santan sehingga kuahnya hitam sekali dan terasa ‘ringan’ di perut. Sedangkan rawon kebiasaan saya adalah rawon dengan santan yang menyebabkan penampilan kuahnya berwarna kecoklatan, tak sehitam rawon Surabaya. Persamaannya adalah keduanya, sama enaknya!

Bahan:

1/2 kg daging sapi

Bumbu halus:

6 butir bawang merah

6 butir bawang putih

1 sdt ketumbar

1/2 sdt merica

garam secukupnya

secuil kencur

secuil jahe

cabe merah besar, dibuang bijinya

6 buah kluwak, diambil daging buahnya

Bumbu tidak halus^^:

Daun salam, laos, daun jeruk, serai dan gula pasir

Minyak goreng dan minyak wijen untuk menumis

Memasaknya:

1. Rebus daging sampai lunak.  Sisihkan dagingnya, kemudian potong-potong sesuai selera.

2. Tumis bumbu halus beserta bumbu ‘kasar’ dalam minyak goreng dan minyak wijen sampai harum.

3. Tuang bumbu tersebut ke dalam panci kaldu daging. Masukkan potongan daging tadi. Masak sampai bumbu meresap dalam daging.

4. Hidangkan rawon bersama irisan ketimun, kecambah mentah, sambal dan kerupuk.