“Jangan lupa bawa mixernya ya bu?”, sebuah sms masuk.

“Ya bu, insya Allah…”, saya jawab.

Sabtu ini kami berempat  sepakat untuk refreshing membuat kue lumpur labu kuning. Kebetulan salah satu guru sedang panen labu kuning/waluh di kampung halamannya dan kebingungan mau dibuat apa ya waluh sebanyak ini. Akhirnya muncullah ide untuk membuat kue lumpur mini menggunakan cetakan takoyaki.

Begitulah akhirnya masing-masing guru datang dengan ‘bawaan’ yang sudah menjadi tugas masing2. Wah rasanya semangat sekali…kayak pasukan siap tempur dengan senjata di tangan…^_^. Saya, Ibu Uci, Ibu Iza dan Mbak Icha mulai berjibaku membuat adonan lalu memanggang kue di ruangan kelas A, sambil diselingi makan dhuha dan rapat guru…..

Anda mau juga mencobanya? Yuuuu diikuti caranya yang cukup mudah..

Bahan: 

1 kg labu kuning yang telah dikukus dan diblender

1/2 kg tepung terigu

1/2 kg gula pasir (bisa dikurangi kalau tidak suka manis)

250 g mentega dicairkan

5 butir telur

4 sachet susu kental manis

2 bungkus santan cair

Air secukupnya

kismis secukupnya untuk hiasan

 

Cara membuatnya:

1. Kocok telur bersama gula pasir sampai tercampur rata menggunakan mikser.

2. Pindahkan adonan telur tadi dalam wadah yang lebih besar.

3. Campurkan labu kuning, tepung terigu, mentega dan santan. Aduk perlahan satu arah sampai seluruh adonan tercampur rata. Bila dirasa adonan terlalu kental, bisa ditambahkan air secukupnya sambil terus diaduk adonannya.

4. Panaskan cetakan di atas kompor. Bila menggunakan cetakan biasa, olesi cetakan dengan mentega supaya tidak lengket. Sedangkan bila kita menggunakan cetakan  berlapis teflon tidak harus diolesi mentega dahulu. Tuang adonan sebanyak 3/4 tinggi cetakan. Tutup cetakan dan biarkan sampai matang kecoklatan.

5. Oya, untuk meletakkan kismis di atas kue lumpur, sebaiknya menunggu adonan setengah matang dulu supaya kismisnya tidak tenggelam ke ‘dasar lumpur’ hehehehe..

5. Naaah jadi deh kue lumpur mininya…Alhamdulillah kemarin jadinya banyak sekali…